Anggaran Kementerian Perindustrian Tahun Anggaran 2011 berdasarkan Surat Edaran Menteri Keuangan No. SE-676/MK.02/2010 tentang Pagu Definitif Kementerian/Lembaga T.A. 2011 adalah sebesar Rp. 2.240.113.190.000.

Kegiatan Prioritas Tahun 2011

A. Kegiatan Prioritas Nasional

  1. Revitalisasi Industri Pupuk
    • Untuk pengembangan pabrik NPK PT. Petrokimia Gresik mendapat pasokan asam phospate dari Maroko sebesar 150.000 ton (2010), untuk tahun 2011 tengah diupayakan kontinyuitas pasokan dari Maroko.
    • PT. Petrokimia Gresik sudah mendapat jaminan bahan baku potash dari Kanada sebesar  750.000 ton sampai dengan tahun 2015.
    • Telah diterbitkan Permenperin No 141/2010 tentang Masterplan Pengembangan Industri Pupuk Majemuk-NPK.
    • Telah tersusun peta potensi bahan baku pupuk organik di 41 Kab/Kota
  2. Revitalisasi Industri Gula
    • Telah tersusun business plan pendirian industri gula baru di 4 (empat) wilayah meliputi Purbalingga (Jateng), Sambas (Kalbar), Konawe Selatan (Sultra) dan Merauke (Papua).
    • Telah tersusun daftar komponen mesin dan peralatan yang dapat diproduksi di dalam negeri untuk mendukung revitalisasi pabrik gula.
    • Revitalisasi PT Barata dan PT Boma Bisma Indra untuk meningkatkan kemampuannya dalam memproduksi mesin peralatan pabrik gula di bidang foundry, metal working dan boiler.
    • Telah dilaksanakan sebagian dari program revitalisasi 8 (delapan) pabrik gula (PG Merican, PG Semboro, PG Jatiroto, PG Takalar, PG Krebet baru I, PG Krebet baru II, dan PG Candi baru melalui penyertaan modal negara (PMN).
  3. Pengembangan Klaster Industri Berbasis Pertanian, Oleochemical
    • Tersusunnya Business Plan Nasional Industri Hilir Kelapa Sawit.
    • Tersusunnya AMDAL, FS dan Business Plan Industri Hilir Kelapa Sawit di Sei Mangke (Sumut),  Kuala Enok dan Dumai (Riau), Maloy (Kaltim).
  4. Pengembangan Klaster Industri Berbasis Migas Kondensat
    • Telah ditandatanganai HoA antara PKT dengan Total E&P Indonesie, Pearl Oil (Sebuguk) limited, Inpex Corporation tentang penyediaan gas  80 mmscfd untuk PKT 1 dan PKT 5;
    • Penandatanganan kerjasama (MoU) pada tanggal 19 Agustus 2010 antara Kuwait Petroleum International dengan PT. Pertamina untuk menyusun Pra Studi Kelayakan Pembangunan Kilang Minyak di Balongan yang direncanakan akan selesai pada akhir Januari tahun 2011, dan dilanjutkan dengan Studi Kelayakan setelah adanya kepastian insentif yang akan diberikan pemerintah terhadap proyek ini;
    • Koordinasi dengan Kementerian ESDM, BP Migas, Pemerintah Daerah dan Industri dalam rangka pengadaan bahan baku:
      • Kondensat untuk Klaster Industri Aromatik dan gas blok Cepu di Jawa Timur,
      • Gas untuk Industri Petrokimia di Kalimantan Timur : Kaltim Pasifik Amoniak (2019), Kaltim Parna Industri (2022), Kaltim Metanol Industri (2017), Pupuk Kaltim (PKT-1, 2,3 dan 4) berakhir pada tahun 2018 dan 2022, dan akan dilakukan perpanjangan kontrak existing.
  5. Restrukturisasi Industri Tekstil dan Produk Tekstil (TPT)
    • Melaksanakan restrukturisasi permesinan ITPT sebanyak 151 perusahaan dengan bantuan Rp. 144,37 milyar. Nilai Investasi tahun 2010 mencapai Rp. 1,54 triliun.
    • Peningkatan kesempatan tenaga kerja sebesar 13 ribu orang, peningkatan kapasitas produksi sebesar 17 – 28 %, peningkatan produktivitas sebesar 7 – 17 % dan peningkatan efisiensi dalam penggunaan energi sebesar 6– 8 %;
  6. Restrukturisasi Permesinan Industri Alas Kaki dan Penyamakan Kulit
    • Melaksanakan restrukturisasi permesinan Industri Alas Kaki sebanyak 24 perusahaan dengan bantuan sebesar Rp. 18,3 milyar. Nilai Investasi tahun 2010 mencapai Rp. 183 miliar.
  7. Fasilitasi Pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

 

B. Prioritas Bidang Ekonomi dan K/L

Program dan kegiatan yang termasuk dalam Prioritas Bidang Ekonomi dan K/L adalah:

  1. Revitalisasi dan Penumbuhan Industri Material Dasar;
    • Pembuatan Detailed Engineering Design (DED) kawasan industri baja di Kalimantan Selatan;
    • Pendirian Pusat Pengembangan Industri Baja Hulu di Kalimantan Selatan dan Pusat Desain dan Rekayasa Teknologi Aluminium;
    • Inisiasi pengembangan klaster industri aluminium di Sumatera Utara;
  2. Peningkatan Penggunaan Produksi Dalam Negeri (P3DN);
    • Verifikasi Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN);
    • Sosialisasi P3DN;
  3. Revitalisasi dan Penumbuhan Industri Kimia Hilir;
    • Industri semen, meliputi fasilitasi pengembangan industri semen di Kawasan Timur Indonesia (KTI)
    • Industri keramik, meliputi fasilitasi pengembangan pusat desain, produksi dan pemasaran marmer di Sulawesi Selatan, pengembangan unit clay center di Kalimantan Barat
  4. Revitalisasi dan Penumbuhan Industri Tekstil dan Aneka;
    • Bantuan potongan harga pembelian mesin peralatan industri TPT (125 perusahaan) dan alas kaki serta penyamakan kulit (40 perusahaan )
  5. Pengembangan Industri Makanan, Hasil Laut dan Perikanan;
    • Fasilitasi pembentukan kelembagaan klaster industri kakao, kelapa, gula dan hasil laut melalui forum komunikasi dan dekonsentrasi;
    • Bantuan mesin peralatan pengolahan rumput laut di Sulawesi Tengah, Maluku, NTT, dan NTB;
    • Bantuan mesin peralatan minyak goreng dan margarin;
  6. Pengembangan Industri hasil hutan dan perkebunan;
    • Fasilitasi pembentukan kelembagaan klaster Industri kertas dan furnitur melalui forum komunikasi dan dekonsentrasi;
    • Penyusunan Feasibility study terminal kayu di Jawa Timur dan industri pulp berbahan baku tandan kosong kelapa sawit di Jawa Tengah;
    • Fasilitasi Pusat Desain Furnitur di Cirebon;
    • Peningkatan kompetensi SDM furnitur.
  7. Revitalisasi dan Penumbuhan Industri Minuman dan Tembakau;
    • Fasilitasi pembentukan kelembagaan klaster Industri pengolahan tembakau, kopi, susu dan buah melalui forum komunikasi dan dekonsentrasi;
    • Sertifikasi mesin pelinting sigaret;
    • Peningkatan mutu industri pengolahan gula dan susu olahan;
  8. Pengembangan Industri Alat Pengembangan Industri Alat Angkut, Industri Perkapalan dan Kedirgantaran;
    • Klaster Industri Alat Angkut, meliputi :
      • Pengembangan dan penguatan klaster industri otomotif di Jawa Timur, Jawa Tengah dan Jawa Barat melalui workshop dan diklat;
      • Pengembangan klaster industri kereta api di Jawa Tengah melalui workshop dan diklat;
      • Sosialisasi dan promosi kendaraan bermotor mikro (dibawah 600 cc) di Sumatera Selatan, Sulawesi Selatan, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur;
      • Bimbingan teknis peningkatan produktivitas kepada industri komponen dan sosialisasi hasil bimbingan teknis di Jakarta, Surabaya dan Bandung pada 20 perusahaan.
    • Klaster Industri Perkapalan dan Kedirgantaraan, meliputi :
      • Sosialisasi, lokakarya, workshop dan pelatihan SDM untuk 180 orang dalam rangka pengembangan industri perkapalan di Jawa Tengah dan Jawa Timur
  9. Pengembangan Industri Elektronika dan Telematika;
    • Diklat dan pengadaan mesin untuk meningkatkan kemampuan pasok komponen industri pompa air, serta bantuan tenaga ahli teknis dan magang anggota politeknik dan UPT di Jawa Tengah dan Jawa Barat;
    • Pelatihan dan kajian penetrasi pasar dalam rangka penguatan klaster industri LHE di Jawa Timur;
  10. Hilirisasi Industri Agro;
  11. Pengembangan Klaster Industri Kecil dan Menengah;
  12. Penyebaran dan Penumbuhan IKM di Wilayah I, II dan III melalui pendekatan OVOP, perkuatan sentra dan UPT, peningkatan kemampuan kewirausahaan, serta restrukturisasi permesinan IKM;
  13. Peningkatan Promosi Investasi dan Pemasaran Industri melalui penyelenggaraan forum bisnis internasional;
  14. Pengembangan Standardisasi Industri dan Manajemen HAKI;
  15. Pengembangan Lingkungan Industri berwawasan lingkungan;
  16. Reformasi Birokrasi di Bidang Pelayanan Umum;
  17. Pengembangan SDM Industri;
  18. Pengembangan Pendidikan Kejuruan Vokasi Industri.