Ringkasan Eksekutif

Dalam Rencana Stratejik Kementerian Perindustrian 2010-2014, telah dijabarkan Visi jangka menengah Kementerian, yakni  “Pemantapan daya saing basis industri manufaktur yang berkelanjutan serta terbangunnya pilar industri andalan masa depan”. Visi dimaksud telah dituangkan pada  Misi, Tujuan, dan Sasaran yang akan dicapai pada tahun 2014.

Secara umum gambaran pencapaian kinerja makro sektor industri pada tahun 2010, adalah sebagai berikut :

  1. Pertumbuhan sektor industri non migas tahun 2010 mencapai 5,09  persen;
  2. Kontribusi terhadap Pendapatan Domestik Bruto untuk industri pengolahan  tahun 2010  sebesar 24,82 persen dan industri pengolahan non migas sebesar 21,55 persen.
  3. Pertumbuhan Investasi PMDN hingga triwulan III Tahun 2010 di sektor industri mencapai Rp. 16,58 triliun dengan jumlah proyek sebanyak 365 proyek dan PMA sebesar US$ 2,513 miliar dengan jumlah proyek sebanyak 829 proyek.
  4. Ekspor hasil industri non migas tahun  2010 mencapai US$ 98,02 milyar, dan impor tahun 2010  mencapai US$ 101,12 miliar.

Pada tahun 2010 cabang industri yang hampir semua mengalami pertumbuhan positif, antara lain: Alat Angkut, Mesin & Peralatannya tumbuh sebesar 10,35 persen; Pupuk, Kimia & Barang dari karet tumbuh sebesar 4,67 persen; Barang lainnya tumbuh sebesar 2,98 persen; Makanan, Minuman dan Tembakau tumbuh sebesar 2,73 persen; Logam Dasar Besi & Baja tumbuh sebesar 2,56 persen; Semen & Brg. Galian bukan logam tumbuh sebesar 2,16 persen; Tekstil, Brg. kulit & Alas kaki tumbuh sebesar 1,74 persen; Kertas dan Barang cetakan tumbuh sebesar 1,64 persen; dan hanya industri Brg. kayu & Hasil hutan lainnya yang mengalami penurunan sebesar -3,50 persen.

Kontribusi sektor  industri terhadap pembentukan PDB industri non migas mencapai 21,55 persen dengan urutan distribusi per cabang industri sebagai berikut: industri makanan, minuman dan tembakau (33,60 persen); industri alat angkut, mesin dan peralatan (28,14 persen); industri pupuk, kimia dan barang dari karet (12,73 persen), industri tekstil, barang kulit dan alas kaki (8,97 persen), industri barang kayu dan hasil hutan (5,82 persen) industri kertas dan barang cetakan (4,75 persen), industri semen dan barang galian non logam  (3,29 persen), industri logam dasar, besi dan baja  (1,95 persen), dan industri barang lain hanya  (0,76 persen).

Pertumbuhan industri pada tahun 2010 telah jauh lebih baik dibanding tahun 2009 pada saat industria terkena dampak krisis global. Tahun 2010 sektor industri dapat melampaui target pertumbuhan industri sebesar 4,99 persen. Hal ini terlihat bahwa sektor-sektor industri telah mulai pulih dari krisis global tahun 2009. Tentunya kita berharap bahwa tahun mendatang menjadi tahun titik balik bagi dunia industri untuk dapat lebih maju lagi.

Langkah-langkah operasional yang telah ditempuh dalam pencapaian sasaran 2010 meliputi melalui: perumusan kebijakan; pelayanan dan fasilitasi; serta pengawasan, pengendalian dan evaluasi yang dilakukan lewat. Dimana langkah-langkah operasional tersebut di laksanakan melalui Sembilan program, diantaranya:

(i) Program Revitalisasi dan Penumbuhan Industri Unggulan Berbasis Manufaktur yang bertujuan untuk memulihkan kinerja industri yang terdampak krisis finansial global, khususnya industri yang melakukan ekspor ke Eropa dan Amerika Serikat;

(ii) Program Revitalisasi dan Penumbuhan Industri Agro yang bertujuan untuk memulihkan kinerja industri-industri yang terkena dampak krisis finansial global yang mengimbas pada industri-industri yang melakukan ekspor ke berbagai negara di Eropa dan Amerika Serikat;

(iii) Program Penumbuhan Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi yang bertujuan untuk menumbuhkan industri yang utamanya diarahkan pada penguasaan pasar ekspor;

(iv) Program Revitalisasi dan Penumbuhan Industri Kecil dan Menengah yang bertujuan untuk merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang pengembangan IKM, meningkatkan nilai tambah produk, menumbuhkan populasi IKM, memanfaatkan sumber daya termasuk SDA daerah secara optimal, mengembangkan OVOP, menyebarkan industri ke berbagai daerah, meningkatkan daya saing industri di daerah, meningkatkan nilai tambah sepanjang rantai nilai komoditi, prioritas, membangun keunikan yang dimiliki daerah, melakukan kerjasama antar daerah, serta membangun kerjasama yang harmonis antar daerah dan pengembangan Klaster Industri Kecil dan Menengah;

(v) Program Pengembangan Perwilayahan Industri yang bertujuan untuk mendorong pelaksanaan public-private partnership dan pengembangan kawasan industri serta mempersiapkan peta panduan industri unggulan provinsi dan kompetensi inti industri kabupaten/kota;

(vi) Program Kerjasama Industri Internasional yang bertujuan untuk menciptakan penyelenggaraan kerjasama industri internasional secara optimal;

(vii) Program  Pengkajian Kebijakan,  Iklim  dan Mutu Industri yang bertujuan untuk mewujudkan iklim usaha dan kebijakan yang kondusif melalui perumusan dan analisa kebijakan dan iklim di sektor industri, pelaksanaan kebijakan dan iklim di bidang penelitian dan pengembangan industri sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku serta untuk meningkatkan kemampuan industri dalam menciptakan, mengembangkan, menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam uji komersialisasi hasil penelitian dan pengembangan, rancangan produk baru, proses produksi, energi terbarukan, lingkungan hidup, dan tenaga kerja serta sarana dan prasarana industri sebagai faktor pendukung berhasilnya pembangunan industri;

(viii) Program Pengawasan dan Peningkatan Akuntabilitas Aparatur Negara Kementerian Perindustrian yang bertujuan untuk menjamin agar pelaksanaan tugas pokok dan fungsi Kementerian Perindustrian berjalan sesuai dengan rencana dan ketentuan peraturan perundang-undangan, mendukung penyelenggaraan pemerintahan yang efektif, efisien, trasnparan, akuntabel, bersih dan bebas dari KKN, serta  mewujudkan Good Governance dan Clean Government;

(ix) Program Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Kementerian Perindustrian yang bertujuan untuk memberikan dukungan manajemen terhadap pelaksanaan tugas pokok dan fungsi Kementerian Perindustrian dalam hal persiapan internal;

(x) Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Kementerian Perindustrian yang bertujuan untuk memberikan dukungan dalam bidang penyediaan maupun pemeliharaan sarana dan prasarana yang diperlukan Kementerian Perindustrian dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya agar dapat memberikan pelayanan yang lebih baik dan nyaman bagi para pemangku kepentingan. Hasil lebih rinci secara keseluruhan tergambar dalam Laporan Akuntabilitas Kinerja 2010 ini.

Secara garis besar Kementerian Perindustrian telah berhasil melaksanakan tugas pokok, fungsi dan misi yang diembannya dalam pencapaian kinerja Kementerian Perindustrian tahun 2010 dengan capaian rata-rata sasaran strategis perspektif pelaksanaan tugas pokok sebesar 155.70 persen. Sedangkan capaia rata-rata sasaran strategis perspektif pemangku kepentingan (stakeholders) mencapai 83.84 persen. Seluruh sasaran yang ditetapkan dapat dicapai, meskipun belum semuanya menunjukkan hasil sebagaimana yang ditargetkan. Keberhasilan pencapaian sasaran Kementerian Perindustrian disamping ditentukan oleh kinerja faktor internal juga ditentukan oleh dukungan  eksternal, seperti kerjasama dengan institusi terkait.

Dokumen LAKIP Kemenperin 2010 secara lengkap dapat diunduh di sini.

Pertumbuhan Industri

Pada triwulan II 2011, industri non migas berhasil tumbuh 6,61% melampaui pertumbuhan PDB ekonomi 6,49%. Seluruh sub sektor industri juga mengalami pertumbuhan positif.

Lihat...

Who's Online

We have 7 guests online