Simpulan dan Rekomendasi Lokakarya Nasional "Bedah Desa Sebagai Strategi Transformasi Kabupaten Tertinggal Menjadi Kabupaten Yang Maju, Mandiri dan Sejahtera"

Lokakarya diselenggarakan oleh Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal (KPDT) tanggal 21-23 Desember 2010 di Jakarta

Simpulan

  1. Menteri Negara Pembangunan Daerah Tertinggal meresmikan pelaksanaan program bedah desa dimulai tahun 2011, dengan lokus program pada kabupaten di daerah tertinggal. Menteri mengharapkan sinergi dan koordinasi program lintas pelaku untuk melaksanakan percepatan pembangunan di daerah tertinggal sesuai dengan tupoksinya.
  2. Forum lokakarya mendukung dan mengapresiasi upaya Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal untuk menginisiasi program bedah desa di daerah tertinggal. Bedah desa merupakan metode manajemen pelaksanaan pembangunan perdesaan yang digunakan untuk mengelola penyediaan input dan proses kegiatan secara terpadu, dengan sasaran: (1) meningkatnya kualitas kehidupan dan pendapatan masyarakat perdesaan (masyarakat yang maju), (2) meningkatnya kegiatan produksi perdesaan (masyarakat yang produktif), (3) menguatnya kapasitas lembaga perdesaan (masyarakat yang terorganisasi), dan (4) berkembangnya fungsi dan kualitas kawasan permukiman perdesaan (kawasan desa berkarakter kota).
  3. Program bedah desa diharapkan akan meningkatkan kapasitas kelembagaan masyarakat, lapangan kerja, dan peningkatan pendapatan bagi masyarakat desa menuju Rp. 6 juta per bulan per kepala keluarga setelah tahun ke-4 pelaksanaannya, sehingga mampu mengentaskan kemiskinan keluarga perdesaan di daerah tertinggal. Program bedah desa mengintegrasikan transformasi ekonomi, sosial, budaya dan lingkungan fisik dalam tata ruang wilayah dan kawasan perdesaan di daerah tertinggal secara terpadu dan berkelanjutan.
  4. Percepatan daerah tertinggal memerlukan peningkatan kepadatan investasi di perdesaan. Untuk pelaksanaan program bedah desa memerlukan input investasi dalam kisaran Rp. 30 milyar per desa simpul dari lintas pelaku (untuk desa dengan 500 kepala keluarga). KPDT akan menyiapkan pendanaan sampai dengan Rp. 3 milyar per desa simpul, sisanya diharapkan dapat dibiayai oleh kementerian/lembaga terkait sebesar Rp. 10 milyar, pemerintah kabupaten/propinsi Rp. 2 milyar, swasta dan masyarakat Rp. 1 milyar, serta perbankan/dunia usaha Rp. 15 milyar.
  5. Forum lokakarya mendukung upaya KPDT bersama-sama pemerintah kabupaten dan propinsi di daerah tertinggal untuk memulai program bedah desa pada 50 desa simpul di 50 kabupaten tertinggal pada tahun 2011 (daftar terlampir). Kementerian/lembaga dan SKPD terkait diharapkan dapat menyelaraskan program dan perkuatan sektoral kepada 50 desa simpul dan desa penyangga sesuai dengan kebutuhan perkuatan yang diperlukan pada masing-masing desa sasaran.
  6. Perencanaan dan pelaksanaan bedah desa mengacu pada semangat pengarusutamaan gender, dan diselaraskan dengan program pengembangan produk unggulan kabupaten.
  7. Peserta dari pemerintah kabupaten (Bupati, Bappeda dan Kepala Dinas terkait) memberikan apresiasi terhadap program yang telah dilaksanakan oleh KPDT, dan mendukung pelaksanaan bedah desa yang akan dimulai tahun 2011.
  8. Kementerian/lembaga terkait memberikan dukungan terhadap pelaksanaan program bedah desa, dan mengupayakan untuk menyelaraskan program dan penganggarannya pada masa mendatang untuk mendukung pengembangan desa simpul dan desa penyangga yang dijadikan sasaran program bedah desa.
  9. KPDT sesuai dengan tupoksinya akan mengkoordinasikan perencanaan, pelaksanaan dan pengendalian percepatan pembangunan di daerah tertinggal. Bappeda Propinsi dan Kabupaten bertugas mengkoordinasikan pelaksanaan program bedah desa di daerahnya. Kementerian/lembaga dan SKPD terkait sesuai dengan tupoksinya akan mengarahkan program sektoral ke 50 desa yang menjadi sasaran bedah desa.
  10. Prioritas program bedah desa diberikan kepada pulau terluar dan terpencil, daerah perbatasan, dan kawasan timur Indonesia, yang memiliki potensi untuk segera ditransformasikan menjadi daerah yang maju, mandiri dan sejahtera.

Rekomendasi

  1. Forum lokakarya merekomendasikan perlunya kontribusi pembiayaan dari pemerintah kabupaten untuk pelaksanaan program bedah desa, melalui pengalokasian program dan perkuatan yang diarahkan kepada desa simpul dan desa penyangga yang dijadikan sasaran bedah desa secara berkelanjutan.
  2. Kementerian/lembaga terkait direkomendasikan untuk mengarahkan program dan bantuan perkuatan kepada desa sasaran sesuai dengan kebutuhan intervensinya secara berkelanjutan.
  3. Forum lokakarya mengharapkan pelaksanaan bedah desa di 50 kabupaten pertama dapat berhasil, sehingga pada tahun 2012-2014 dapat diperluas ke kabupaten daerah tertinggal lain yang memiliki potensi untuk ditransformasikan secara cepat menjadi kabupaten yang maju, mandiri dan sejahtera.
  4. Penyusunan RKTL lokasi bedah desa akan ditindaklanjuti dengan pembentukan pokja bedah desa yang beranggotakan wakil dari kementerian/lembaga terkait pada tataran nasional. Bappeda kabupaten diharapkan mengkoordinasikan persiapan pelaksanaan bedah desa di wilayahnya.

 

Pertumbuhan Industri

Pada triwulan II 2011, industri non migas berhasil tumbuh 6,61% melampaui pertumbuhan PDB ekonomi 6,49%. Seluruh sub sektor industri juga mengalami pertumbuhan positif.

Lihat...

Who's Online

We have 3 guests online